Saturday, January 16, 2010

ONE FINE DAY

Dua, berpeluh gedup.
ada tawa maut, dan bau kecut karena takut.
kami adalah patung. berbicara dalam doa, doa selamat sampai tujuan.

Itu Dia tujuan kami!
Hanya sejengkal telapak kaki, kami hampir sampai. hampir, hampir, hampir kuat.

Namun, salah kami. malah menjauh, membelokan nafsu dan rindu, memalingkan hasrat ingin bertemu, di gerai cantik tak bermakna.
Tapi kami punya dua mata, tengoklah lewat teropong alami!

Sampai akhirnya kamu berani. Dan aku menunggu. kemudian..

ada sinar! sungguh terang. sinar yang kami tunggu-tunggu, kami elu-elukan dikhalayak, karena DIA... BERSINAR. walau agak kacau -berubah tampak dulunya, jadi ANEH. tapi tetap kami suka. AH, kami hampir buta, buta bahasa. BENAR silau. menyilau hati, menyayat mata.

Tapi ternyata, aku dan kamu sudah dikenal. Silau yang lain memojokan kami dalam malu, gelisah dan tanda tanya. Nampaknya Dia tak tahan bicara. Kami pun berlari, berlari sekencang mungkin!

Yah... Setidaknya, batu sudah ditangan. Entah serpihannya ada banyak yang tertinggal, TAPI, masih banyak waktu- kami percaya.

Yang pasti, kami tak 'kan lupa.
hari ini, dimana kami menemukanNYA kembali. ONE FINE DAY.


ajib banget dah yak. ini maksudnya pengen curhat tapi karena takut terlalu vulgar jadi dibikin kaya gini HAHAHAHAHAHAHA ga ngerti ya? sok puitis ya? biarin aja deh, blog -blog gua ini! AHAHAHAHAHAHAHA

ps: "Until forever we will root for you, mas"

No comments:

Post a Comment